Sabtu, 22 Februari 2014

Interview Gagas Writer: Winna Efendi


Balik lagi ke #GagasWriter Interview!




Halo #GagasAddict! Kali ini Admin berkesempatan untuk meng-interview penulis cantik yang pastinya sudah sangat kalian kenal lewat novel-novelnya yang sudah banyak diterbitkan di GagasMedia. Langsung aja, yuk, intip percakapan kami dengan Kak Winna Efendi :D


Hai, Kak Winna, ceritakan dong bagaimana awalnya Kakak bisa kenal GagasMedia dan akhirnya menjadi penulis di sana? :D


Pada awal aku mulai menulis, sekitar tahun 2007 tepatnya, aku pernah mengirimkan beberapa naskah pertamaku ke Gagas Media. Lalu pada tahun 2008, mbak Alit dari Gagas Media menghubungiku mengenai naskah novel Ai yang akan diterbitkan, namun membutuhkan beberapa revisi terlebih dahulu. Lalu berlanjut ke naskah Refrain, dan lainnya. Sejak saat itu, aku bergabung dengan keluarga besar Gagas Media.

Ai itu kan novel debut Kak Winna di Gagas, apa itu juga termasuk novel pertama yang Kak Winna tulis?


Novel pertama yang kutulis berbahasa Inggris, sedangkan novel debut berbahasa Indonesia adalah Kenangan Abu-Abu (terbit tahun 2008) yang kemudian diterbitkan ulang oleh Gagas Media dengan judul Remember When di tahun 2011.

Dari semua novel yang Kakak tulis, mana sih yang pengerjaannya paling lama dan rumit? Dan kenapa?


Buatku pribadi, Unforgettable, karena saat memulainya, aku belum merasa siap secara mental, cerita maupun riset. Riset mengenai wine buatku yang buta wine cukup rumit, jadi aku banyak membaca buku-buku mengenainya agar bisa mendeskripsikan rasa, bau maupun teksturnya secara akurat juga secara personal, karena esensi saat mencoba wine bisa jadi berbeda untuk setiap orang yang merasakannya. Selain itu, dari segi cerita, karena merupakan novel dewasaku yang pertama dan temanya berbeda dengan apa yang selama ini kutulis, membutuhkan waktu lebih lanjut untuk mengembangkan dan menuliskannya.

Ada nggak, pengalaman yang terasa berkesan saat menulis--yang bahkan masih teringat sampai sekarang? Kalau ada, pengalaman apa dan saat menulis novel apa, Kak?


Saat menulis nonfiksi Dari Kota Kecil Bernama Air buat the Journeys, waktu itu semua pengalaman yang ada di sana benar-benar kualami sendiri, dan rasanya seru kalau mengingat-ingat kisah perjalanan saat itu, dari segi wisata kuliner hingga mengeksplorasi tradisi warga lokal di sana.


Kalau untuk novel, saat mencoba meriset untuk Unforgettable, aku sempat mencoba beberapa jenis wine. Tapi untukku yang pada dasarnya nggak terlalu suka dan kuat wine, rasanya campur aduk :) misal, ada beberapa jenis red wine yang dideskripsikan luar biasa, tapi aku pribadi nggak terlalu suka, dan sebaliknya. It was fun and mind opening!

Punya own character terfavorit nggak, Kak? Semisal, karakter yang paling hidup di antara semua karakter yang Kak Winna buat.


Semua karakter jadi favorit, tapi yang paling mengena adalah Alice, Max dan Laura. For some reasons they feel personal to me, saat menulis juga rasanya mereka berbicara langsung dengan suara mereka.

Dengar-dengar kan Kakak lagi dalam proses menyelesaikan project S.C.H.O.O.L nih. Ceritakan sedikit dong, Kak, garis besar tema proyek Kakak yang ini. Mungkin sekaligus kode untuk tokoh dalam novel terdahulu 'yang muncul kembali' di sini xP (admin, sih, kepinginnya Mario-May. Miss them already!)


Untuk SCHOOL aku kembali menulis novel bergenre remaja, ceritanya tentang sebuah jenis olahraga, persahabatan antara lima orang pelajar SMA, dan cinta. Karena kangen pada satu setting yang pernah kugunakan di novel sebelumnya, maka aku pun kembali menjadikannya backdrop untuk cerita kali ini. Untuk karakter yang akan dimunculkan kembali, bukan Mario-May :)

Ngomong-ngomong tokoh yang muncul kembali, kalau punya kesempatan untuk menulis lagi salah satu tokoh sampingan yang pernah Kakak tulis, Kak Winna ingin menuliskan cerita siapa, sih?


Annalise, Klaudia, Natsu, Cecily dan Rex. Beberapa sudah pernah dituliskan tapi masih dalam progress.

Setelah Refrain kemarin, kita kan dapet kabar baik lagi, nih; bahwa Remember When dan Melbourne: Rewind akan diangkat ke layar lebar! Kalau Remember When dikabarkan sudah mulai produksi dan tayang tahun ini, kalau Melbourne kapan, Kak? Dan ngomong-ngomong, Kak Winna punya bayangan tersendiri nggak, sih, tentang artis yang mungkin bisa memerankan Adrian-Freya-Gia-Moses juga Max-Laura. Mungkin Kak Winna sudah punya kandidat tersendiri x)


Melbourne: Rewind masih menunggu finalisasi dari salah satu rumah produksi, kalau sudah final akan kukabari :) rencananya sih tahun 2014 juga. Kalau untuk aktor yang memerankan, seluruhnya kupercayakan pada rumah produksi yang terkait, karena aku pribadi nggak terlibat dalam proses kasting dan produksi.


Kalau Max-Laura, aku selalu membayangkan Nicholas Saputra dan Dian Sastro, karena suka banget dengan film AADC.

Setelah S.C.H.O.O.L, apa sudah ada project baru lagi, Kak?


Yup! Minggu lalu aku baru saja menyelesaikan naskah novel remaja, kali ini temanya sedikit berbeda dengan yang kuangkat dalam Ai-Refrain-Truth or Dare dan SCHOOL. Temanya condong ke keluarga, dan juga ada satu tema sentral yang menghubungkan ceritanya, tapi belum bisa kuungkap :)

Terakhir, ada tips yang bisa dibagikan untuk para calon penulis di luar sana nggak, Kak? :)


Banyak membaca dan berlatih menulis untuk menemukan 'voice' kita sebagai penulis, juga mengasah kemampuan menulis. Lalu, cobalah mengirimkan hasilnya ke media maupun penerbit, dan jangan pernah menyerah.

Yeay, terima kasih, Kak Winna, karena sudah mau sharing dengan kami. Semoga semua proyeknya lancar dan cepat selesai, ya, Kak (udah nggak sabar baca karya Kak Winna lagi dan nonton Remember When & Melbourne) xP Once again, thank you atas waktunya, Kak :)

Buat teman-teman GagasAddict, terima kasih ya :)

Oke, sama-sama Kak Winna, terima kasih juga atas waktunya, ya :) sukses untuk project-projectnya :D

Nah, itu dia sekilas percakapan Admin dan Kak Winna Efendi. See you on Gagas Writer Interview lainnya, ya!


Xoxo,
Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar